Iklan

iklan

PRF XI Resmi Dibuka, 36 Grup Band dari Tanah Papua Bawa 108 Lebih Lagu Daerah ke Panggung Reggae

Tabloid Daerah
10.16.2026 | 4:17:00 PM WIB Last Updated 2026-10-16T09:17:56Z
iklan
Ketua Panitia PRF XI, Ema Dogomo, didampingi para koordinator seksi Kepanitiaan PRF ke-XI saat memberikan sambutan dan laporannya, di Area Bandara Lama Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (16/10/2026), siang pukul 14.00 waktu Papua. /Sie Dok PRF XI - Yulian Boma


[Tabloid Daerah], Nabire -- Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI resmi dibuka di Area Bandara Lama Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (16/10/2026), siang pukul 14.00 waktu Papua.

Festival yang berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026) ini menghadirkan 36 grup band dan musisi dari berbagai wilayah di Tanah Papua dengan membawa pesan pelestarian budaya melalui musik reggae.

Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Ketua Panitia PRF XI, Ema Dogomo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival tersebut, mulai dari sponsor, donatur, pemerintah daerah, hingga komunitas dan masyarakat.

Ia menjelaskan, perjalanan menuju pelaksanaan PRF XI telah melalui berbagai tahapan, termasuk kegiatan berskala kecil, peluncuran acara, dan "roots show" di sejumlah daerah.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada setiap sponsor, donatur, maupun semua pihak yang telah bekerja sama atas terselenggaranya kegiatan ini. Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Tengah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Tengah, para bupati yang hadir, serta seluruh pihak yang menyumbangkan tenaga dan apresiasinya,” ujar Ema dalam sambutannya.

Ema menyambut kehadiran 36 grup band dan musisi yang datang dari berbagai wilayah di Tanah Papua, masing-masing akan membawakan tiga sampai empat lagu, atau lebih dari 108 lagu.

Peserta berasal dari Papua Pegunungan, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika, Papua Selatan, Papua Tengah, hingga Manokwari di Provinsi Papua Barat.

Dari Papua Pegunungan, sebanyak 14 grup band turut ambil bagian dalam festival.

Musisi dari Kabupaten Mappi dan Boven Digoel di Papua Selatan juga hadir, bersama peserta dari Dogiyai, Paniai, Deiyai, dan Nabire.

Salah satu hal yang menjadi ciri utama PRF XI adalah komitmen menampilkan lagu-lagu berbahasa daerah dalam irama reggae.

Setiap grup band dijadwalkan membawakan tiga lagu berbahasa daerah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga kekayaan bahasa dan budaya masyarakat Papua.

“Kegiatan ini kami laksanakan melalui komunitas Rasta Kribo Papua. Pada event ini, setiap grup band akan menampilkan tiga lagu dengan kategori lagu berbahasa daerah yang berirama reggae,” jelas Ema.

Menurut panitia, perpaduan musik reggae dan bahasa daerah menjadi ruang bagi para musisi untuk menunjukkan bahwa budaya lokal dapat terus hidup melalui kreativitas generasi muda.

Panggung festival juga mempertemukan musisi dari berbagai daerah dalam satu ruang kebersamaan, sekaligus membuka kesempatan untuk saling mengenal karya, tradisi, dan kekhasan budaya masing-masing.

Selain menjadi ajang pertunjukan musik, PRF XI juga menargetkan pencatatan prestasi melalui Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Ema mengungkapkan, panitia telah mengundang pihak MURI untuk melakukan penilaian terhadap kegiatan tersebut.

Target yang diusung adalah kategori penampil lagu daerah berirama reggae terbanyak dalam satu acara.

“Pada saat penutupan nanti, kami telah mengundang pihak MURI untuk menilai kegiatan ini. Kami memohon berkenan Bapak Gubernur untuk menerima penghargaan rekor MURI tersebut, sebagai bentuk dukungan pimpinan daerah terhadap kreativitas anak-anak muda di Papua Tengah,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan festival ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan generasi muda Papua dalam mengembangkan seni musik sekaligus menjaga warisan budaya.

“Mari kita tunjukkan bahwa anak-anak Papua mampu mengukir rekor menyanyikan lagu daerah bernuansa reggae terbanyak di Indonesia,” pintanya.

Panitia berharap penilaian tersebut dapat menjadi bentuk pengakuan atas upaya kolektif para musisi dalam menghadirkan lagu-lagu daerah melalui genre reggae.

Status pencapaian rekor, nantinya, bergantung pada hasil verifikasi dan keputusan resmi pihak MURI.

Di tengah antusiasme peserta dan masyarakat, Ema mengimbau seluruh pengunjung untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama festival berlangsung.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Papua Tengah dan Polres Nabire yang telah bekerja sama mendukung pengamanan kegiatan.

Panitia berharap PRF XI dapat berlangsung aman dan lancar hingga penutupan, sekaligus meninggalkan manfaat bagi perkembangan seni, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan kebersamaan masyarakat di Tanah Papua.

Dengan menghadirkan 36 grup band dari berbagai wilayah, PRF XI diharapkan menjadi lebih dari sekadar festival musik.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan budaya, tempat bahasa daerah mendapatkan panggung, dan kesempatan bagi generasi muda Papua untuk menunjukkan kreativitas mereka kepada masyarakat luas.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PRF XI Resmi Dibuka, 36 Grup Band dari Tanah Papua Bawa 108 Lebih Lagu Daerah ke Panggung Reggae
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan