Iklan

iklan

Meki Nawipa Siapkan Sistem Digital Bantuan: Tidak Ada Lagi “Gubernur Punya Orang”

Tabloid Daerah
10.24.2026 | 3:04:00 PM WIB Last Updated 2026-10-24T06:45:19Z
iklan
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memberikan sambutannya sembari menyerahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Sabtu (24/10/2026). /Ist.

[Tabloid Daerah], Mimika -- Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong penerapan sistem digital dalam pengajuan dan penyaluran bantuan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap program pembangunan secara lebih terbuka dan merata.

Hal itu disampaikan Orang nomor satu Provinsi Papua Tengah, saat menyerahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah sedang menyiapkan sistem pengajuan proposal secara daring yang dapat diakses kelompok tani, koperasi, gereja, masjid, dan kelompok masyarakat lainnya.

Sistem tersebut dirancang agar pengajuan bantuan dapat diproses melalui mekanisme yang terintegrasi, sehingga masyarakat tidak harus bergantung pada kedekatan pribadi dengan pejabat untuk memperoleh kesempatan mengakses program pemerintah.

“Jadi tidak ada lagi gubernur punya orang, tidak ada lagi bupati punya orang. Semua sistem terintegrasi,” ujar Meki.

"Melalui sistem digital yang sedang disiapkan, masyarakat dapat mengajukan proposal secara daring untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme yang berlaku," tandasnya.

Skema ini diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Papua Tengah, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Gubernur menilai pembangunan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Baginya, jabatan pemerintahan dapat berganti, tetapi sistem yang dibangun harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

"Meski demikian, manfaat sistem digital tersebut nantinya akan bergantung pada keterbukaan kriteria penerima, kejelasan prosedur, pendampingan bagi kelompok yang belum terbiasa menggunakan teknologi, serta tersedianya mekanisme pengaduan yang dapat diakses masyarakat," pungkasnya.

Selain menyoroti digitalisasi bantuan, Meki juga mendorong pengembangan kopi lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Penyerahan alat pascapanen kepada Kelompok Tani Tunas Jaya diharapkan menjadi contoh pengembangan kopi di Kabupaten Mimika.

"Peningkatan produksi perlu diikuti pengolahan yang baik, pengemasan menarik, identitas produk yang jelas, dan strategi pemasaran yang tepat," harap Meki.

Meki menilai kopi dari berbagai wilayah Papua Tengah memiliki potensi untuk dikembangkan dengan identitas daerah masing-masing.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten perlu membahas bentuk kemasan serta dukungan yang dapat memperkuat daya saing produk lokal.

"Jika dikelola secara berkelanjutan, pengembangan kopi tidak hanya berpotensi memperluas pasar, tetapi juga membuka kesempatan bagi petani untuk memperoleh nilai tambah dari hasil kebunnya," pintanya.

Meki turut menekankan pentingnya kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Ia menyampaikan rencana pembicaraan bersama para bupati dan pihak terkait guna mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, khususnya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Mimika dan wilayah lainnya.

Gubernur juga menyinggung rencana pengembangan konektivitas transportasi laut untuk mendukung pergerakan orang dan barang antardaerah. Konektivitas tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi perdagangan dan pemasaran produk lokal.

"Dukungan regulasi juga diperlukan agar pengembangan potensi daerah berjalan terarah dan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Dorongan digitalisasi bantuan, pengembangan kopi lokal, dan penguatan konektivitas merupakan sejumlah agenda yang disampaikan Gubernur dalam kegiatan tersebut.

"Bagi masyarakat Papua Tengah, tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan itu diterjemahkan menjadi langkah nyata, prosedur bantuan yang transparan, akses yang lebih mudah bagi kelompok masyarakat di daerah terpencil, serta dukungan berkelanjutan bagi petani dan pelaku usaha lokal," tutur Meki.

Meki menegaskan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kepentingan rakyat.

"Fondasi pemerintahan dan ekonomi yang dibangun saat ini, menurutnya, harus mampu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan hingga generasi mendatang," tutupnya.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Meki Nawipa Siapkan Sistem Digital Bantuan: Tidak Ada Lagi “Gubernur Punya Orang”
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan