Iklan

iklan

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program Pengembangan Kopi di Tiga Kabupaten, Petani Dibidik Tembus Pasar Nasional

Jeri Kogopa
10.29.2026 | 5:03:00 PM WIB Last Updated 2026-10-30T10:03:52Z
iklan
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat mencicipi Kopi Papua Tengah saat Ajang Pembukaan Festival Kopi di Bukit Meriam KSK Nabire, Kamis (29/10/2026). /Ist.

[Tabloid Daerah], Nabire -- Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, resmi membuka Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula KSK, Bukit Meriam, Jalan Jenderal Sudirman, Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Kamis (29/10/2026).

Festival yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026, tersebut dihadiri ratusan petani kopi, pelaku UMKM, barista, dan pencinta kopi dari berbagai kabupaten.

Dalam sambutannya, Meki menegaskan bahwa pengembangan kopi Papua Tengah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani dan daya saing produk lokal di pasar nasional.

“Kopi Papua Tengah tidak seharusnya hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi perlu dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional,” ujar Meki.

Menurutnya, kopi Papua Tengah memiliki potensi dan cita rasa khas. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan pengolahan dan kemasan yang berdampak pada jangkauan pasar serta nilai jual produk.

Karena itu, ia meminta petani menerapkan praktik pertanian yang baik (good agricultural practices), mulai dari menjaga kualitas tanaman, memanen buah yang benar-benar matang, hingga memperhatikan proses pengeringan.

Meki juga menekankan pentingnya kemasan dalam meningkatkan daya saing produk kopi lokal. 
“Produk dengan cita rasa baik harus didukung kemasan yang menarik agar nilai jualnya meningkat,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Papua Tengah menyiapkan program pengembangan kebun kopi dengan alokasi anggaran khusus, masing-masing 9 hektare untuk Kabupaten Intan Jaya, 8 hektare untuk Kabupaten Puncak, dan 8 hektare untuk Kabupaten Deiyai.

Selain pengembangan lahan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan rumah kaca (greenhouse) serta pelatihan bagi petani.

Materinya mencakup teknik budidaya, manajemen panen dan pascapanen, pengolahan lanjutan, hingga pengenalan mutu dan cita rasa kopi.

Gubernur berharap hasil program tersebut mulai dirasakan petani dalam tiga tahun ke depan.

Namun, ia mengingatkan peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan kepastian akses pasar.

“Pemerintah kabupaten dan provinsi perlu memperkuat koordinasi agar program pengembangan kopi dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani di setiap daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andreas Gobai, mengatakan festival juga diisi kompetisi barista, penghargaan bagi petani pemilik kebun kopi terluas, serta pameran produk kopi unggulan Papua Tengah.

Melalui festival ini, pengembangan kopi diharapkan tidak berhenti pada promosi, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas produksi, penguatan usaha petani, dan perluasan pasar kopi Papua Tengah.(#JK)




Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program Pengembangan Kopi di Tiga Kabupaten, Petani Dibidik Tembus Pasar Nasional
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan