[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerintah Kabupaten Dogiyai melakukan kunjungan ke Kampung Putaapa, Distrik Mapia Tengah, Jumat (9/10/2026), pagi pukul 10.00 waktu Papua.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Dogiyai Yudas Tebai, didampingi; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mathias Goo bersama jajarannya dalam rangka memberikan bantuan terhadap korban kebakaran.
Turut hadir pula Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) Dogiyai, DPR Dogiyai, Kepala Distrik Mapia Tengah, Kepala Kampung Putaapa, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, dan masyarakat sekitar, serta anak-anak Sekolah Dasar (SD) YPPK Putaapa.
Sebelumnya, tim asesmen faktual yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BPBD Dogiyai, Mathias Goo, pada Jumat (24/7/2026) lalu, telah bergerak ke sejumlah titik guna mencocokkan dokumen usulan dengan kondisi riil para korban.
Berdasarkan data tersebut, BPBD Dogiyai mendapatkan 11 bangunan yang terdampak kebakaran.
Fasilitas tersebut mencakup sembilan rumah warga yang di dalamnya ada 11 kepala keluarga, dan dua rumah ibadah yang tersebar di beberapa distrik.
Dua rumah ibadah, yaitu; Gereja Kemah Injil (KINGMI) Jemaat Kalfari di Megaikebo dan Gereja Katolik Santa Magdalena di Putaapa.
Rincian wilayah terdampak lainnya meliputi tiga rumah di Distrik Kamuu, tepatnya dua unit di Kampung Ikebo dan satu unit di Kampung Ekemanida.
Selanjutnya, satu rumah warga berada di Kampung Ekimani, Distrik Kamuu Utara.
Kerusakan juga terjadi di Distrik Mapia, yang mencakup dua rumah di Kampung Bomomani dan Kampung Diaudimi.
Sementara itu, Distrik Mapia Tengah mencatat dampak di Kampung Megaikebo berupa satu rumah warga dan satu rumah ibadah, serta satu rumah ibadah lain di Kampung Putaapa.
Satu unit rumah warga sisanya berada di Kampung Atou.
Pada momen kunjungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang dipimpin Bupati Yudas Tebai di Putaapa, sekaligus menyalurkan bantuan Dana Tak Terduga ke korban kebakaran tersebut.
“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa rumah Tuhan di Kampung Putaapa mengalami kebakaran. Melalui BPBD, kami melakukan survei di lokasi untuk melihat langsung dampak yang dialami warga dan menentukan langkah yang harus dilakukan,” ujar Bupati Yudas Tebai.
Dalam penyampaiannya, Bupati Yudas menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kita harus hadir di sana dan membantu mereka yang terkena bencana. Jika kita tidak hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan, berarti kita tidak memanfaatkan berkat yang Tuhan berikan kepada kita,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan kembali tempat ibadah dan rumah warga adalah tanggung jawab bersama.
“Harapan kami, tempat ini bisa kembali seperti semula. Bukan hanya sekolah, tetapi gereja juga harus berperan, terutama di daerah-daerah terpencil di belakang gunung, di mana banyak masyarakat yang belum sejahtera. Selama ini masyarakat merasa tidak didampingi, sehingga mereka merasa tidak berdaya,” pintanya.
Oleh karena itu, Bupati menegaskan pemerintah hadir untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki semangat membangun kembali kehidupan mereka.
“Kehadiran pemerintah bukan sekedar menyuarakan janji dari kota semata. Kami turun langsung agar warga tahu bahwa mereka tidak sendirian. Pemerintah hadir untuk memberdayakan mereka, sehingga ada semangat baru untuk membangun kembali rumah ibadah dan rumah tinggal mereka,” tegas orang nomor satu Kabupaten Dogiyai.
Rincian Bantuan Dana Tak Terduga kepada korban kebakaran tersebut untuk pembangunan Gereja diberikan dua tahap.
“Tahap pertama, kami telah menyalurkan dana sebesar Rp400 juta melalui Dinas Sosial Kabupaten Dogiyai minggu lalu. Dan hari ini, sebagai tahap penyelesaian, kami menyerahkan sisa dana sebesar Rp306.500.000 melalui Kantor BPBD Kabupaten Dogiyai,” jelas Bupati Yudas di hadapan umat dan masyarakat setempat.
"Jadi untuk pembangunan Gereja Katolik Santa Magdalena Putaapa, jumlah bantuan sebesar Rp706.500.000 rupiah. Diberikan dia tahap karena, memang situasi kami sedang begitu, dan pasti sebagai ASN tahu itu kondisi kami saat ini," tambahnya.
Sementara itu rincian bantuan dana Tak Terduga juga diberikan kepada Gereja Kemah Injil (KINGMI) Jemaat Kalfari di Megaikebo.
"Sesuai data juga dari BPBD Dogiyai, bahwa Jemaat Kalfari di Megaikebo mengalami kebakaran dan sempat viral, maka kami berikan bantuan sebesar Rp126.500.000 rupiah," pungkas Tebai.
Bantuan lainnya juga kepada 11 kepala keluarga (KK) korban kebakaran sembilan rumah.
Salah satu KK, Yulianus Edowai dari Kampung Atou sesuai data tim asesmen faktual maka nominal bantuan senilai Rp90.000.000.
Dan untuk 10 KK sisanya mendapatkan nominal bantuan Tak Terduga yang berbeda sesuai data dari verifikasi yang dilakukan oleh tim asesmen faktual.
“Jangan biarkan api masa lalu membakar semangat kita. Mari kita bangun kembali gereja ini dengan fondasi iman yang lebih kuat dan persaudaraan yang lebih erat dan membangun rumah tinggal kepada warga yang terdampak,” tutupnya.(*)
Penulis: Mikael D
Editor: Robin Y

