Iklan

iklan

Jumlah Penduduk Papua Tengah Tembus 1,39 Juta Jiwa pada Semester I 2026, Bertambah 13.363 Orang

Tabloid Daerah
8.26.2026 | 7:30:00 PM WIB Last Updated 2026-08-26T11:05:21Z
iklan
Data Resmi Dirilis Dirjen Dukcapil Kemendagri (Rakornas 3–4 Agustus 2026), Penambahan dihitung dari selisih angka kependudukan Semester II 2025 hingga ke Semester I 2026, dan dibagikan oleh  


[Tabloid Daerah], Nabire -- Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi merilis data Kependudukan Nasional Semester I Tahun 2026.

Pengumuman data kependudukan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil yang digelar pada 3–4 Agustus 2026 di Jakarta.

Berdasarkan rilis resmi Dirjen Dukcapil Kemendagri (Rakornas 3–4 Agustus 2026), dikutip TaDahnews.com, Rabu (26/8/2026), bahwa Provinsi Papua Tengah mencatatkan total jumlah penduduk sebanyak 1.397.590 jiwa. Komposisi penduduk terdiri dari 737.667 jiwa laki-laki dan 659.923 jiwa perempuan.

Dibandingkan dengan data kependudukan Semester II Tahun 2025 yang mencatatkan 1.384.227 jiwa, Provinsi Papua Tengah mengalami penambahan jumlah penduduk sebanyak 13.363 jiwa yang tersebar di delapan kabupaten.

Pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi Papua Tengah pada Semester I Tahun 2026 mencatatkan tren positif yang merata di delapan kabupaten.

Secara keseluruhan, total populasi Papua Tengah meningkat dari 1.384.227 jiwa pada Semester II 2025 menjadi 1.397.590 jiwa pada Semester I 2026, atau mengalami penambahan sebanyak 13.363 jiwa.

Berdasarkan rincian per daerah, Kabupaten Paniai mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Papua Tengah. Wilayah ini, mengalami penambahan penduduk sebanyak 4.569 jiwa, sehingga total jumlah penduduknya naik signifikan dari 128.448 jiwa pada akhir 2025 menjadi 133.017 jiwa pada pertengahan 2026.

Posisi pertumbuhan tertinggi kedua ditempati oleh Kabupaten Mimika. Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi utama, Mimika mencatatkan kenaikan 2.093 jiwa. Hal ini mendorong total populasinya dari 323.503 jiwa menjadi 325.596 jiwa, sekaligus mengukuhkan Mimika sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Papua Tengah.

Pertumbuhan di daerah lainnya turut menyumbang peningkatan secara stabil.

Kabupaten Nabire mencatatkan kenaikan 1.580 jiwa, menjadikan populasinya mencapai 183.169 jiwa dari sebelumnya 181.589 jiwa.

Kabupaten Deiyai menambah 1.423 jiwa, sehingga jumlah penduduknya naik dari 93.772 jiwa menjadi 95.195 jiwa.

Kabupaten Puncak mengalami penambahan 1.162 jiwa, tumbuh dari 179.357 jiwa menjadi 180.519 jiwa.

Kabupaten Dogiyai mencatatkan kenaikan 1.152 jiwa, bertambah dari 117.771 jiwa menjadi 118.923 jiwa.

Sementara itu, dua kabupaten lainnya mencatatkan pertumbuhan yang relatif lebih moderat.

Kabupaten Intan Jaya bertambah 713 jiwa sehingga jumlah penduduknya menjadi 139.455 jiwa dari sebelumnya 138.742 jiwa.

Adapun Kabupaten Puncak Jaya mencatatkan penambahan terendah, yakni 661 jiwa, yang membawa total populasinya menjadi 221.716 jiwa dari 221.045 jiwa pada semester sebelumnya.

Penambahan jumlah penduduk di seluruh wilayah ini tidak terlepas dari makin intensifnya layanan pergerakan (mobile service) perekaman dokumen kependudukan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten hingga ke pelosok distrik dan kampung.

Faktor Pendukung dan Layanan Mobile Dukcapil

Peningkatan pencatatan kependudukan di Papua Tengah ini tidak lepas dari dukungan aktif Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Dukcapil dan PMK.

Bantuan teknis seperti penyediaan tinta cetak ribbon dan film, serta optimalisasi kerja sama pengolahan database kependudukan antara administrator kabupaten dan provinsi menjadi pendorong utama.

Selain itu, program pelayanan mobile yang digelar oleh Dinas Dukcapil Kabupaten turun langsung ke distrik-distrik, kampung-kampung, hingga sekolah-sekolah terbukti efektif menjangkau masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Dukcapil PMK Provinsi Papua Tengah, Yeremias Mote, mengungkapkan bahwa komitmen pemprov telah berlangsung sejak 2023 hingga 2025.

"Gubernur Papua Tengah melalui Dinas Dukcapil PMK telah membantu sarana perekaman mobile, printer cetak KTP-el, tinta ribbon dan film, serta blangko KTP-el. Dukungan sarpras ini bertujuan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan menutupi kekurangan fasilitas di Dinas Dukcapil se-Papua Tengah," jelas Yeremias Mote.

Imbauan Kepemilikan Dokumen dan Layanan Jemput Bola

Plt. Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Papua Tengah, Albertus Iyai, mengimbau seluruh masyarakat agar secara aktif memiliki dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP-el, maupun akta pencatatan sipil.

"Kepemilikan dokumen ini penting agar warga tidak menghadapi kendala saat mengurus layanan publik dasar," ujar Albertus Iyai.

Lebih lanjut, Albertus mengharapkan adanya sinergi dan dukungan anggaran dari para kepala daerah di tingkat kabupaten untuk memperluas kegiatan "jemput bola".

"Kami berharap adanya dukungan kepala daerah terkait anggaran kegiatan jemput bola pelayanan dokumen kependudukan di distrik dan kampung yang jauh dari ibu kota kabupaten. Hal ini sebagai wujud dukungan Pemda agar masyarakat dapat dilayani secara langsung di tempat domisilinya," harap Albertus Iyai.(*)




Penulis: Rils
Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jumlah Penduduk Papua Tengah Tembus 1,39 Juta Jiwa pada Semester I 2026, Bertambah 13.363 Orang
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan