[Tabloid Daerah], Paniai -- Bupati Paniai, Yampit Nawipa menekankan urgensi disiplin waktu dan integritas organisasi bagi pemuda dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) I KNPI Papua Tengah di Aula Kantor Bupati, Paniai, Rabu (26/8/2026).
Pantauan TaDahnews.com, Aula Kantor Bupati di Jalan Poros Madi seketika hening saat Bupati Paniai, Yampit Nawipa, naik ke podium.
Bupati sebagai kepala daerah termuda se-Indonesia ini tidak memberikan sambutan yang biasa-biasa saja tetapi, mendorong pemuda disiplin dan jaga integritas.
Ia langsung menyampaikan persoalan yang kerap menghinggapi organisasi kepemudaan, masalah waktu dan fokus kerja.
Sosok yang akrab disapa Bupati Womaki ini mengingatkan bahwa predikat anak muda harus dibarengi dengan energi yang meluap, bukan justru mengadopsi kelambanan.
Sebagai sosok 'Anak Muda Gerak Cepat', Yampit ingin KNPI Papua Tengah menjadi motor perubahan yang presisi, dimulai dari hal paling mendasar, yakni menghargai detik demi detik dalam agenda organisasi.
"Sebagai gerakan anak muda, mulai sesuai undangan ya, sebab ini organisasi gerakan anak muda, jangan gaya orang tua. Kami di Kabupaten Paniai waktu yang sudah ditetapkan pas-pas mulai, satu menit pun tidak lewat," tegas Yampit dengan nada bicara yang mantap.
Tidak hanya soal jam karet, Yampit juga menyoroti fenomena, 'kutu loncat' dalam berorganisasi.
Ia meminta pengurus KNPI Papua Tengah untuk benar-benar fokus dan tidak menggandakan keanggotaan dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP).
Baginya, profesionalisme lahir dari konsistensi pada satu wadah agar pembangunan organisasi bisa berjalan maksimal.
Ia mencontohkan, jika seorang pemuda sudah memilih mengabdi di APINDO, maka ia harus mencurahkan seluruh energinya di sana, begitu pula bagi mereka yang berada di KONI, HIPMI, KADIN, hingga KPA.
Strategi ini diambil agar distribusi kader merata, mengingat potensi pemuda di delapan kabupaten di se-Papua Tengah sangat melimpah. Namun, belum semua terakomodasi.
"Ini organisasi anak muda, harus rangkul semua pemuda di delapan kabupaten. Jangan hanya dua-tiga kabupaten saja. Pemuda yang sudah masuk OKP lain itu tidak boleh gabung sini-sana. Karena, anak muda di delapan kabupaten masih banyak," pungkasnya mengakhiri sambutan.(#AP)
Editor: Kebagibui Deto

