Iklan

iklan

KPA Papua Tengah Soroti Peran KPA Kabupaten: Perlu Penanganan Lebih Agresif dan Terkoordinasi

Tabloid Daerah
1.29.2026 | 6:15:00 PM WIB Last Updated 2026-01-30T02:20:44Z
iklan
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, pada Kamis (29/1/2025) sore di Nabire. (#TaDah-Deto)

[Tabloid Daerah], Nabire -- Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, pada Kamis (29/1/2025) sore di Nabire, menekankan pentingnya peran aktif KPA tingkat kabupaten untuk menekan angka kasus HIV/AIDS yang terus meningkat di wilayah tersebut.

KPA Provinsi mendorong agar penanganan dilakukan secara lebih agresif dan terkoordinasi, terutama dengan menggalakkan pemeriksaan dini dan edukasi berbasis komunitas.

Pernyataan ini disampaikan Freny di ruang kerjanya, Kantor KPA Provinsi Papua Tengah, yang berlokasi di Jalan Mandala, Kelurahan Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Freny Anouw menyoroti bahwa kenaikan kasus memerlukan intervensi yang kuat dari seluruh elemen, khususnya di tingkat kabupaten.

"Perlu langkah penanganan yang lebih agresif dan terkoordinasi di seluruh kabupaten," ujar Anouw.

Menurutnya, kunci keberhasilan penanggulangan terletak pada inisiatif di tingkat daerah.

"Yang harus lebih berperan aktif adalah KPA kabupaten. Kita tidak hanya menunggu, tetapi berani menjemput bola,” tegasmya.

Dalam rangka memperkuat koordinasi tersebut, KPA Provinsi Papua Tengah telah menjadwalkan rapat kerja provinsi (rakerprov) pada Maret 2026 mendatang.

Rakerprov ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali program-program penanggulangan HIV/AIDS di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Freny juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kabupaten yang telah aktif melakukan pemeriksaan HIV/AIDS kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Freny menjelaskan bahwa program prioritas utama KPA adalah mendorong seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS guna memudahkan deteksi dini dan pencegahan penularan.

"Upaya ini diiringi dengan strategi edukasi massif," imbuhnya singkat.

KPA Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan modul pembelajaran tentang bahaya HIV/AIDS yang ditargetkan mulai diberikan pada Juni hingga Juli 2026 kepada sekolah-sekolah di delapan kabupaten.

"Ini sangat penting bagi anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan. Pendidikan harus dimulai sejak dini," jelasnya.

Tidak hanya di lingkungan sekolah, modul edukasi tersebut juga akan dibagikan ke gereja, masjid, dan tempat ibadah lainnya sebagai bagian dari upaya pencegahan berbasis komunitas dan keagamaan, memastikan informasi pencegahan tersebar luas di seluruh lapisan masyarakat Papua Tengah.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KPA Papua Tengah Soroti Peran KPA Kabupaten: Perlu Penanganan Lebih Agresif dan Terkoordinasi
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan