Iklan

iklan

Ketua Askab Deiyai Soroti Stagnasi Sepak Bola Papua Tengah, Asprov Dinilai "Jalan di Tempat"

Tabloid Daerah
1.29.2026 | 3:36:00 PM WIB Last Updated 2026-01-29T10:58:02Z
iklan
Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Deiyai, Marselus Tekege, Kamis (29/1/2026), siang pukul 13.00 waktu Papua, di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), kompleks perkantoran, Distrik Tigi, Deiyai, Papua Tengah. (#Istimewa)

[Tabloid Daerah], Nabire -- Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Deiyai, Marselus Tekege, melontarkan kritik keras terhadap perkembangan sepak bola di Provinsi Papua Tengah yang dinilai jalan di tempat.
‎Kritik ini disampaikan pada Kamis (29/1/2026), siang pukul 13.00 waktu Papua, di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Deiyai, Distrik Tigi, Deiyai, Papua Tengah.
‎Stagnasi ini, menurut Tekege, disebabkan oleh dugaan hilangnya fokus kepemimpinan Asprov (Asosiasi Provinsi) Papua Tengah, sementara provinsi lain sudah melakukan persiapan untuk menjemput iven Liga-4.
‎Marselus Tekege, yang juga mantan pemain U-18 Persipani Kabupaten Paniai, mengungkapkan bahwa Askab-askab se-Provinsi Papua Tengah kini diliputi kebingungan lantaran tidak adanya informasi jelas mengenai program pengembangan sepak bola regional termasuk Kongres Asprov.
‎Menurutnya, salah satu faktor penyebab utama mandeknya kemajuan sepak bola daerah adalah pengaruh dari dugaan hilangnya peran kepemimpinan Asprov Papua Tengah yang terbagi.
‎Mantan pengurus Persidey Kabupaten Deiyai tersebut menyoroti bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Asprov Papua Tengah, yang berinisial VC, memiliki jabatan ganda.
‎“Saat ini, VC juga menjabat sebagai Plt Ketua PSSI Jawa Barat, jabatan yang sama juga di Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu, tidak melakukan progres apa pun untuk Papua Tengah,” jelas Ketua Askab Deiyai dua periode ini, saat wawancara wartawan.
‎Padahal, menurut Tekege, Askab-askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap penuh untuk bisa menjalankan program kompetisi demi perkembangan sepak bola daerah. Kesiapan ini menjadi sia-sia jika tidak ada panduan dan kinerja yang jelas dari tingkat Asprov.
‎“Saat ini, kami Askab-askab itu siap. Tetapi, kekosongan dan kinerja PSSI Provinsi yang belum jelas, ini tentu mempengaruhi prestasi sepak bola Papua Tengah juga,” ujar Tekege.
‎Sebagai pemerhati sepak bola provinsi, Tekege berharap adanya langkah tegas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah agar segera menyikapi dinamika ini.
‎Ia juga mendesak Asprov Pusat dan KONI Pusat untuk melihat persoalan ini secara serius guna mengambil sikap tegas sebagai solusi bagi perkembangan sepak bola di Indonesia, lebih khusus di Papua Tengah.
‎Sebagai informasi, Tim Tabloid Daerah telah mengonfirmasi Pengurus Harian Asprov Papua Tengah dalam hal ini Plt. Sekertaris Asprov Papua Tengah. Namun, hingga berita ini terbit belum ada jawaban atau balasan dari pihak Asprov Papua Tengah.(*)

‎Penulis: Kebagibui Deto

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua Askab Deiyai Soroti Stagnasi Sepak Bola Papua Tengah, Asprov Dinilai "Jalan di Tempat"
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan