Iklan

iklan

Rencana Pergantian Kepsek SMA N 1 Ditolak Berbagai Elemen Yang Berkecimpun Dalam Sekolah Negeri, Ini Alasanya!

Tabloid Daerah
6.10.2022 | 1:18:00 PM WIB Last Updated 2022-06-10T06:25:25Z
iklan


TaDahnews.com, Deiyai
-- Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri Satu (SMA N 1) Deiyai, Matius Sapan, S.PD., Masa Baktinya Masih, Yang Direncana Akan Digantikan Dalam Waktu Dekat ini. Namun, Tidak Sesuai Prosedur Aturan Dalam SK Pelantikan, dan Ditolak Berbagai Elemen Yang  Berkecimpun Dalam Sekolah Tersebut.


Hal tersebut dibenarkan melalui Aksi Demonstrasi (Demo) Damai 'Tolak Rencana Pergantian Kepsek Baru' pada tanggal 9 Juni 2022 oleh berbagai elemen yang berkecimpun dalam sekolah. Yaitu: Komite Sekolah, Guru-guru SMA N 1 bersama Kesiswaan, Para Alumni, Pemilik Hak Ulayat Tanah tersebut, dan Kepala Suku setempat.


"Kami yang tergabung di dalam aksi ini karena, kami tidak terima Kepala Sekolah yang baru. Dimana, yang telah direncanakan dalam waktu dekat ini karena, masa bakti Kepsek yang ada masih belum berakhir," Tegas Komite Sekolah, Tino Mote, S.IP, saat dimintai keterangan awak media ini, Kamis (9/6/2022).


Lanjut Komite Sekolah, terkait dengan SK rencana pergantian Kepsek, itu ditempatkan di tempat lain dan di daerah Kabupaten Paniai saat pelantikan di Jayapura, dan di daerah sini, Deiyai, ditempatkan di SMA N 1 Deiyai. Ini tidak sesuai dengan Prosedur dan aturan sesuai SK pelantikan maka kami tolak.


Para guru SMA N 1 bersama Kesiswaan dipimpin oleh siswa sendiri dalam aksi tersebut juga menyampaikan terkait dengan Kinerja Kepsek yang ada.


"Kami aktif dalam proses KBM dan tidak ada pungutan biaya selama Kepsek yang ada ini, yaitu; Bapak Matius Sapan, S.PD., kami terus diajak dan bersemangat dalam proses belajar di sekolah," kata Perwakilan Siswa SMA N 1, inisial AM, dikutip awak media ini.


Lanjut guru-guru atau yang mewakili, inisial MM saat dijumpai media ini mengatakan, selama ini kami merasa sangat baik dan puas dengan kinerja Bapak Kepsek Matius Sapan, S.PD.


"Saya bersama guru-guru yang lain merasa puas karena, transparansi setiap sumber dana yang masuk atas nama SMA N 1 Deiyai, dan sebagian dananya disimpan untuk keperluan atau hak guru-guru honorer sekaligus untuk persiapan pengangkatan CPNS agar kembali mengajar di sekolah ini, SMA N 1," tutur perwakilan guru-guru, inisial MM saat dimintai keterangan.


Senada dengan elemen yang berkecimpun di SMA N 1, Pemilik Hak Ulayat Tanah yang dipakai SMA N 1 dan Kepala Suku juga bersuara agar tetap menjaga hal-hal baik yang telah dilakukan Kepsek yang ada, Bapak Matius Sapan, S.PD.


"Saat awal mau lakukan pembanungan sekolah ini, saya hanya minta uang doa. Apabila Kepseknya diganti dengan orang lain, siapapun dia maka saya akan hitung dari tahun awal didirikan bangunan SMA N 1 sampai saat ini," pungkas Pemilik Hak Ulayat Tanah, Maikel Mote saat dijumpai media ini.


Maikel Mote menambahkan bahwa dirinya diperhatikan baik terhadap sekolah tersebut.


Sementara itu, di sela-sela keterangan dari Pemilik Hak Ulayat, Kepala Suku juga memberikan penjelasan terkait dengan Lokasi dan memberikan pandangan agar tetap terjaganya kedamaian di dalam sekolah.


"Benar bahwa terkait lokasi memang masih belum bayar, dan saya melihat demo ini, sikap agar anak-anak deiyai bisa belajar baik dan guru-guru juga bisa bersemangat di SMA N 1 ini, jadi saya mendukung aksi demo ini," sikap Kepala Suku, inisial YM, dikutip media ini.


Lanjut Kepala Suku, karena jika ada pergantian, nanti ada diskomunikasi antara sesama guru dan Kepsek yang baru, dan ini akan mempengaruhi dan menghambat proses belajar-mengajar kepada anak-anak saya generasi Deiyai, dan ini saya tidak mau. Kasih tinggal saja Kepsek yang ada selagi kinerjanya baik dan masa waktunya masih ada.


Elemen yang berkecimpun dalam Sekolah ini, termasuk para alumni SMA N 1 yang merasakan perbedaan Kepsek yang lain dengan Kepsek yang ada, dalam hal ini Bapak Matius Sapan, S.PD.


"Kami saat masih berada di bangku SMA N 1, ada perbedaan antara Kepsek yang lain dengan Kepsek Bapak Matius Sapan, S.PD., yang mana perbedaanya, tidak ada pungutan biaya, transparansi yang membuat guru-guru senang mengajar kami. Ini dibandingkan dengan Kepsek yang sebelumnya, kami tidak ada kegiatan KBM karena, kepseknya tertutup dan ada pungutan biaya yang lain," jelas perwakilan para Alumni, inisial DT, dikutip media ini.


Tutup massa aksi di halaman SMA N 1, yang hendak melakukan aksi Long March berputar di perkotaan Deiyai menuju SMA N 1 bahwa 'Menolak Rencana Pergantian Kepsek Baru'. Karena, SK tidak sesuai, dan Masa Bakti Kepsek Bapak Matius Sapan, S.PD., belum berakhir.(*)



Reporter: Denis Tekege
Editor: Admin

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rencana Pergantian Kepsek SMA N 1 Ditolak Berbagai Elemen Yang Berkecimpun Dalam Sekolah Negeri, Ini Alasanya!

P O P U L E R

Trending Now

Iklan

iklan