![]() |
| Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw didampingi Sekertaris II KPA Papua Tengah, dan bersama Yeri Nawipa, Ketua Biro Pemuda KINGMI Klasis Nabire, Minggu (11/10/2026). |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Ribuan pemuda Gereja Kemah Injil (KINGMI) Klasis Nabire mengikuti sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya HIV-AIDS yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah di Gereja Jemaat Maranatha, Karang Tumaritis, Nabire, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda tentang HIV-AIDS, mulai dari cara penularan, pencegahan, pentingnya pemeriksaan kesehatan, hingga upaya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Edukasi kesehatan itu dirangkaikan dengan ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Biro Pemuda KINGMI Klasis Nabire dan diikuti ribuan pemuda dari wilayah Koordinator Teluk Cenderawasih.
Ketua Biro Pemuda KINGMI Klasis Nabire, Yeri Nawipa, mengapresiasi keterlibatan KPA Papua Tengah dalam memberikan edukasi kesehatan kepada generasi muda gereja.
Menurutnya, pembinaan pemuda tidak cukup hanya berfokus pada kehidupan spiritual dan pembentukan karakter, tetapi juga harus mencakup pengetahuan tentang kesehatan.
“Kami mengapresiasi KPA Papua Tengah yang telah hadir memberikan edukasi HIV-AIDS kepada pemuda KINGMI. Ini langkah penting untuk membangun generasi muda yang beriman, berkarakter, berpengetahuan, dan peduli terhadap kesehatan diri maupun sesama,” ujar Yeri dalam keterangan pers.
Yeri menilai kolaborasi antara lembaga keagamaan dan KPA merupakan langkah penting untuk memperluas akses informasi kesehatan yang benar di kalangan pemuda.
Melalui pendekatan tersebut, gereja tidak hanya menjadi ruang pembinaan iman, tetapi juga dapat berperan dalam membangun kesadaran mengenai persoalan kesehatan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Ia berharap edukasi HIV-AIDS dapat membantu pemuda mengambil keputusan yang bertanggung jawab, memahami cara melindungi kesehatan, serta tidak mudah terpengaruh informasi keliru mengenai penyakit tersebut.
Menurut Yeri, keterlibatan organisasi gereja, keluarga, tenaga medis, dan lembaga terkait perlu terus diperkuat agar edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di Papua Tengah.
Pada saat itu pula, Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan kegiatan edukasi yang dilaksanakan setelah ibadah umum dan KKR tersebut mendapat respons antusias dari para peserta.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang HIV-AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga medis.
KPA juga menyoroti stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV yang dapat menghambat seseorang untuk mencari informasi, menjalani pemeriksaan, maupun mengakses layanan kesehatan.
Freny mengajak generasi muda untuk tidak takut berkonsultasi dan melakukan tes HIV melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.
“Generasi muda adalah masa depan Papua, gereja, dan bangsa. Kami mendorong para pemuda agar tidak takut memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Konsultasi dan tes dini sangat penting untuk kepastian kondisi kesehatan dan penanganan yang tepat,” pinta Freny.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme peserta menjadi dorongan bagi KPA Papua Tengah untuk melanjutkan kegiatan edukasi serupa kepada kelompok-kelompok pemuda secara berkelanjutan.
Yeri Nawipa berharap kolaborasi antara KPA Papua Tengah dan pelayanan gereja tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi terus dilanjutkan melalui program edukasi yang melibatkan organisasi kepemudaan, keluarga, dan tenaga kesehatan.
Ia juga mengajak pemuda gereja berperan aktif menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV-AIDS sekaligus menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Menurutnya, pemahaman yang tepat perlu dibangun agar masyarakat dapat membedakan fakta medis dari anggapan keliru yang berpotensi menimbulkan ketakutan dan pengucilan sosial.
“Setiap orang berhak mendapat perlakuan yang bermartabat dan dukungan untuk mengakses layanan kesehatan. Mari kita bangun generasi Papua yang kuat dalam iman, matang berkarakter, cerdas, serta peduli sesama,” ujar Yeri.
Melalui kegiatan ini, KPA Papua Tengah dan Biro Pemuda KINGMI Klasis Nabire berharap generasi muda semakin memahami pentingnya pencegahan HIV-AIDS, berani mengakses layanan kesehatan, serta menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih peduli dan bebas stigma terhadap ODHIV.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

