Iklan

iklan

PRF XI Raih Rekor MURI, Ema Dogomo: Ini Milik Bersama

Tabloid Daerah
10.18.2026 | 7:28:00 AM WIB Last Updated 2026-10-20T04:29:18Z
iklan
Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak penutupan PRF XI di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah yang berloaksi di Area Bandara Lama, Nabire, Sabtu (17/10/2026), malam pukul 23.30 waktu Papua, dan ditutup dini hari pukul 01.30 waktu Papua Minggu (18/10/2026). Sertifikat rekor diterima oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Teddy Pekei. /Sie Dok PRF XI - Decky Mote

[Tabloid Daerah], Nabire -- Papua Reggae Festival (PRF) XI Tahun 2026 resmi mencatatkan prestasi nasional setelah meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pertunjukan musik yang membawakan lagu berirama reggae terbanyak di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak penutupan PRF XI di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah yang berloaksi di Area Bandara Lama, Nabire, Sabtu (17/10/2026), malam pukul 23.30 waktu Papua, dan ditutup dini hari pukul 01.30 waktu Papua Minggu (18/10/2026).

Sertifikat rekor diterima oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Teddy Pekei.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Oktober 2026, ini menghadirkan sekitar 36 musisi dan grup band dari berbagai wilayah Tanah Papua.

Mereka membawakan lebih dari 100 lagu daerah dengan irama reggae, menjadikan panggung festival sebagai ruang pertemuan musik, bahasa, dan identitas budaya Papua.

Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi para musisi untuk menunjukkan bahwa bahasa daerah dapat terus hidup dan berkembang melalui musik modern, tanpa kehilangan akar budaya masyarakat yang melahirkannya.

Ketua Panitia PRF XI, Ema Dogomo, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang berlangsung aman hingga penutupan.

Ia mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Januari dengan melibatkan panitia yang bekerja secara intensif selama berbulan-bulan.

“Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan karena event ini berjalan aman hingga selesai. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga keamanan bersama. Kami membentuk panitia sejak bulan Januari dan bekerja keras hingga mencapai puncaknya malam ini,” ujar Ema.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan perempuan Papua Tengah dalam kepanitiaan.

Menurutnya, hampir seluruh posisi koordinator diisi perempuan yang bekerja bersama untuk memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan baik.

Ema menyampaikan terima kasih kepada KORK Papua, Gubernur Papua Tengah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Pemerintah Kabupaten Nabire, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Bappeda, serta berbagai organisasi dan pihak pendukung lainnya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan MURI bukan hasil kerja satu pihak, melainkan pencapaian bersama seluruh musisi, panitia, dan masyarakat yang terlibat.

“Rekor MURI ini adalah milik kita bersama, milik para musisi yang datang dari Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, hingga Provinsi Papua. Di panggung ini, hampir 34 musisi dan kelompok musik hadir membawakan lebih dari 100 lagu daerah bernuansa reggae. Ini membuktikan bahwa anak-anak muda Papua mampu berkarya dan menghasilkan kreasi yang luar biasa,” katanya.

Dalam keterangannya, Ema menyebut hampir 34 musisi dan kelompok musik, sedangkan data penyelenggaraan menyebut sekitar 36 grup band.

Perbedaan angka tersebut perlu diklarifikasi berdasarkan data resmi panitia.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PRF XI Raih Rekor MURI, Ema Dogomo: Ini Milik Bersama
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan