[Tabloid Daerah], Deiyai -- Lima grup band asal Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, menyatakan kesiapan tampil di panggung Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 di Area Bandara Lama Nabire.
Kelima grup band tersebut adalah KND Band, Yupiwo Band, Meeuwodide Band, Tigi Peku Band, dan Koteka Band.
Mereka siap membawa warna musik reggae yang berpadu dengan bahasa serta kekayaan budaya masyarakat suku Mee.
Ketua KND Band, Senior Edowai, mengatakan keikutsertaan lima grup band asal Deiyai itu menjadi kesempatan bagi musisi lokal untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah melalui karya musik.
“Kami dari lima grup band asal Deiyai sudah siap tampil di Papua Reggae Festival Ke-XI di Nabire. Kami akan membawakan tiga lagu berbahasa daerah suku Mee sesuai keputusan Ketua KORK Papua, Thedi Pekei,” ujar Senior Edowai dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, persiapan tersebut bukan semata-mata untuk meramaikan panggung hiburan.
Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya musisi muda Deiyai kepada masyarakat yang lebih luas.
Penggunaan bahasa Mee dalam lagu-lagu yang akan dibawakan menjadi salah satu pesan utama yang ingin disampaikan kelima grup band tersebut.
Melalui musik reggae, mereka ingin menunjukkan bahwa bahasa ibu dan identitas budaya masyarakat Mee dapat terus hidup, berkembang, serta dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat dari berbagai daerah.
Bagi para musisi ini, panggung festival merupakan ruang untuk membuktikan bahwa anak-anak muda dari wilayah pegunungan Papua Tengah memiliki potensi dan kemampuan berkarya di industri musik tanpa harus meninggalkan akar budaya mereka.
Senior Edowai berharap penampilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Deiyai untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas, terutama dalam bidang seni dan musik.
Ia juga memandang reggae bukan sekadar aliran musik untuk menghibur, melainkan medium untuk menyampaikan pesan perdamaian, cinta kasih, persaudaraan, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan semangat “One Vibe, One Love, One Papua”, KND Band, Yupiwo Band, Meeuwodide Band, Tigi Peku Band, dan Koteka Band ingin menjadikan PRF XI sebagai ruang mempererat persaudaraan antarmusisi serta komunitas pencinta reggae di Tanah Papua.
Keikutsertaan mereka juga diharapkan membuka peluang untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan mengembangkan karya musik yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya daerah.
Senior Edowai menyampaikan bahwa kelima grup band tersebut dijadwalkan berangkat bersama dari Deiyai menuju Nabire pada Kamis (15/10/2026), sehari sebelum festival berlangsung.
“Kami lima grup band dari Deiyai besok tanggal 15 Oktober akan turun bersama dari Deiyai ke Nabire,” katanya.
Ia mengajak masyarakat Deiyai, Nabire, serta para pencinta musik reggae di Papua Tengah untuk hadir dan memberikan dukungan kepada para musisi lokal yang akan tampil.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan membawa nama daerah melalui panggung seni.
Lima band, satu semangat, satu irama, dan satu cinta untuk Papua.
Dari Deiyai, mereka siap membawa bahasa Mee dan identitas budaya masyarakatnya ke panggung Papua Reggae Festival Ke-XI di Nabire.(*)
Penulis: CR
Editor: Kebagibui Deto

