![]() |
| Panitia Festival Seni Kreasi (FSK) ke-II, Sabtu (24/10/2026), pagi pukul 10.00 waktu Papua. /Dok DKTP Kabupaten Paniai |
[Tabloid Daerah], Paniai -- Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) Kabupaten Paniai, Anton Gobai, mengajak seluruh seniman, seniwati, budayawan, dan budayawati dari 24 distrik untuk berpartisipasi meramaikan Festival Seni Kreasi (FSK) ke-II Kabupaten Paniai Tahun 2026.
Hal itu disampaikan Panitia FSK ke-II kepada TaDahnews.com melalui sambungan telepon, Sabtu (24/10/2026), pagi pukul 10.00 waktu Papua.
Anton menegaskan, festival ini harus menjadi milik seluruh pelaku seni dan budaya di Paniai, sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya dari berbagai distrik.
"Ayo, kami mengajak kelompok-kelompok seni yang telah terorganisasi dalam sanggar agar segera mempersiapkan diri dan mendaftarkan perwakilannya," tegas Anton Gobai kerap disapa Toni Bler
Bendahara panitia, Amos Kayame, menjelaskan bahwa perlombaan festival akan mencakup empat kategori.
Pertama, menyanyi solo untuk anak-anak, remaja, pemuda, dan dewasa. Kedua, "folksong" atau musik akustik. Ketiga, Tarian Emaida. Keempat, Peragaan Busana (fashion show) Budaya.
"Untuk kategori menyanyi solo, lagu yang dilombakan berjudul, 'Paniai–Tigi–Tage–Kamu', ciptaan Yance Kayame dari AMPI Nabire. Sementara kategori 'folksong' menggunakan lagu, 'Paniai Alam yang Dingin' dari Grup Musik Panena," jelas Amos Kayame akrab disapa Kigodi.
"Pada FSK ke-II ini, Panitia menyiapkan hadiah berupa piala bergilir bagi juara umum serta uang tunai dengan total hadiah mencapai Rp200 juta. Pendaftaran peserta dilakukan melalui sekretariat panitia di Nunubado, Kedai Kopi Ko'Puaz. Dan, telah disediakan formulir pendaftaran bagi perwakilan dari 24 distrik," tambah Kigodi.
Kigodi juga meminta para kepala distrik mengambil bagian dengan mendukung, dan mengorganisir perwakilan seniman, serta budayawan dari wilayah masing-masing agar dapat mengikuti festival tersebut.
Senada dengan itu, Ketua Panitia FSK ke-II Kabupaten Paniai, Jeri Kobepa, mengajak seluruh perwakilan distrik menunjukkan bakat, keterampilan, potensi, dan kemampuan mereka melalui ajang ini.
"Partisipasi setiap distrik menjadi kesempatan untuk memperlihatkan perkembangan seni dan budaya masyarakat hingga tingkat kampung, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Paniai menuju 'Awetako Enaa Agapida'," pungkas Jeri.
Festival ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi para pelaku seni dan budaya untuk memperkuat identitas lokal, menumbuhkan kreativitas, serta menjaga warisan budaya Paniai agar terus hidup di tengah masyarakat.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

