Iklan

iklan

DPRP Papua Tengah Apresiasi Ekskavator Amfibi Pemkab Paniai, Dorong Revitalisasi Sungai untuk Atasi Banjir

Tabloid Daerah
10.19.2026 | 1:45:00 PM WIB Last Updated 2026-10-20T04:46:24Z
iklan
Apresiasi itu disampaikan John Gobai setelah bertemu langsung dengan Bupati Paniai di ruang kerjanya, kemudian meninjau unit ekskavator amfibi tersebut pada Minggu (19/10/2026). /Dok Screenshot Video-YouTube John NR. Gobai

[Tabloid Daerah], Paniai -- Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Paniai di bawah kepemimpinan Bupati Yampit Nawipa yang menyediakan alat berat ekskavator amfibi untuk mendukung revitalisasi sungai dan mengatasi persoalan luapan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

John Gobai menyebut penyediaan alat berat tersebut sebagai langkah tepat sasaran, mengingat pendangkalan sungai, penumpukan eceng gondok, serta tersumbatnya saluran pembuangan air menjadi sejumlah persoalan yang berpotensi memicu genangan hingga ke permukiman warga.

Apresiasi itu disampaikan John Gobai setelah bertemu langsung dengan Bupati Paniai di ruang kerjanya, kemudian meninjau unit ekskavator amfibi tersebut pada Minggu (19/10/2026).

“Kehadiran ekskavator amfibi ini merupakan jawaban atas usulan yang kami sampaikan kepada Bupati Paniai, Yan Pit Nawipa, beberapa bulan lalu. Kami menilai langkah Pemkab Paniai ini sangat tepat untuk menyelesaikan masalah yang selama ini dikeluhkan warga,” ujar John Gobai.

Menurut John Gobai, persoalan aliran air di Paniai tidak dapat dilepaskan dari pendangkalan sungai yang dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kemarau berkepanjangan dan pertumbuhan eceng gondok yang menumpuk di saluran air.

Kondisi tersebut dapat menghambat kelancaran aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat. Akibatnya, air berpotensi meluap dan menggenangi kawasan permukiman.

Karena itu, ia menilai revitalisasi sungai harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Ekskavator amfibi dinilai dapat membantu pekerjaan pengerukan dan penataan saluran air di kawasan yang sulit dijangkau alat berat biasa.

“Usaha mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran drainase atau revitalisasi sungai memang membutuhkan penanganan jangka panjang. Penggunaan ekskavator amfibi menjadi solusi teknis yang sangat dibutuhkan di medan seperti ini,” jelasnya.

John Gobai menegaskan, revitalisasi sungai juga perlu disertai penataan kawasan apabila ditemukan bangunan atau akses jalan yang terbukti menutup maupun menghambat aliran air.

Salah satu titik yang menjadi perhatiannya adalah saluran pembuangan air Sungai Weya pada ruas jalan Enarotali–Dagouto.

Menurutnya, kapasitas saluran tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan aliran air dari wilayah sekitarnya.

“Aliran di ruas Enarotali ke Dagouto harus diperlebar sesuai atau melebihi kapasitas sungai pembuangan. Wilayah ini memiliki banyak anak sungai dan telaga kecil yang bermuara ke Danau Paniai, sehingga alirannya tidak boleh tersumbat,” tegasnya.

Ia menilai pembenahan saluran pembuangan perlu menjadi bagian penting dari upaya pengendalian banjir.

Penanganan tidak cukup hanya dengan mengeruk sungai, tetapi juga harus memastikan air dapat mengalir tanpa hambatan menuju saluran pembuangan dan daerah hilir.

John juga menekankan pentingnya penataan kawasan secara cermat agar upaya normalisasi sungai tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.

Selain untuk mendukung penanganan banjir dan revitalisasi sungai, John Gobai melihat ekskavator amfibi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pengelolaan air lainnya, termasuk pembuatan danau buatan sebagai tempat penampungan air.

Menurutnya, jika direncanakan secara matang, kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang rekreasi dan kolam pemancingan dengan penanaman pohon di sekitarnya.

Lebih jauh, apabila genangan air di kawasan lembah dapat dikendalikan dan kondisi lahannya memungkinkan, wilayah tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian untuk mendukung perekonomian masyarakat.

“Danau buatan tersebut dapat dikembangkan menjadi area rekreasi dan kolam pemancingan yang ditanami pohon-pohon di sekitarnya. Bahkan jika genangan air di kawasan lembah bisa teratasi, lokasinya sangat potensial dialihfungsikan menjadi lahan pertanian luas untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Gagasan tersebut, menurutnya, perlu diselaraskan dengan kajian teknis, kondisi lingkungan, serta kebutuhan masyarakat setempat agar pemanfaatan kawasan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

John Gobai mengajak masyarakat Paniai untuk turut mendukung proses revitalisasi sungai dan pembenahan saluran air.

Dukungan warga dinilai penting agar pengerjaan di lapangan berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan secara luas.

“Saya berharap seluruh masyarakat dapat mendukung penuh proses revitalisasi ini agar penataan lingkungan dan pembenahan saluran air di Paniai dapat berjalan maksimal,” tutupnya.

Ia berharap penyediaan ekskavator amfibi tidak berhenti sebagai pengadaan alat berat semata, tetapi benar-benar diikuti dengan program kerja yang terukur, penentuan lokasi prioritas, serta pemeliharaan saluran air secara berkelanjutan.

Dengan demikian, revitalisasi sungai di Paniai diharapkan tidak hanya membantu mengurangi risiko genangan, tetapi juga membuka peluang penataan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPRP Papua Tengah Apresiasi Ekskavator Amfibi Pemkab Paniai, Dorong Revitalisasi Sungai untuk Atasi Banjir
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan