Iklan

iklan

Andreas Gobai: Festival Kopi Papua Tengah Bukan Sekadar Ajang Mencari Juara

Jeri Kogopa
10.30.2026 | 10:35:00 PM WIB Last Updated 2026-10-31T13:36:08Z
iklan
Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andreas Gobai, di Aula Gereja Katolik KSK, Bukit Meriam, Nabire, Jumat (30/10/2026). /Ist.

[Tabloid Daerah], Nabire -- Festival Kopi Papua Tengah 2026 bukan semata-mata menjadi ajang mencari peserta terbaik atau memperebutkan gelar juara.

Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi ruang membangun kebersamaan, kreativitas, dan keterampilan untuk memperkuat industri kopi lokal.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andreas Gobai, saat diwawancarai wartawan TaDahnews.com di Aula Gereja Katolik KSK, Bukit Meriam, Nabire, Jumat (30/10/2026), pada penutupan festival yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026.

"Tujuan utama daripada festival ini bukan semata-mata mencari siapa yang terbaik atau siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, memperkuat kreativitas dan meningkatkan keterampilan," ujar Andreas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan semangat selama mengikuti berbagai perlombaan serta rangkaian kegiatan festival.

Kepada peserta yang berhasil meraih juara, Andreas mengucapkan selamat dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kualitas dalam mengembangkan industri kopi.

Sementara bagi peserta yang belum memperoleh juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati.

Menurutnya, keberanian untuk tampil dan terlibat dalam festival merupakan bagian dari kemenangan itu sendiri.

"Semua adalah pemenang karena berani tampil dan berani terlibat langsung dalam kegiatan festival yang bergengsi di Provinsi Papua Tengah ini," tegasnya.

Andreas berharap Festival Kopi Papua Tengah dapat terus menjadi ruang belajar, promosi, dan kompetisi yang sehat untuk mengembangkan potensi kopi lokal, khususnya Arabika dan Robusta.

Selain itu, festival diharapkan mendorong keberlanjutan budidaya kopi serta pengembangan komoditas perkebunan lainnya di Papua Tengah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada petani kopi, roaster, pengumpul, pemilik kedai kopi (coffee shop), serta Event Organizer (EO) yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Apresiasi turut disampaikan kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, atas dukungan dan motivasi yang diberikan kepada para petani kopi.

"Sebenarnya ini hanya awal. Kopi Papua juga bisa bersaing di mata dunia. Semoga Tuhan tolong kita sekalian," tutup Andreas.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan festival tidak hanya diukur dari siapa yang membawa pulang gelar juara, tetapi juga dari tumbuhnya kemampuan pelaku kopi dan semakin kuatnya ekosistem kopi di Papua Tengah.(#JK)




Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Andreas Gobai: Festival Kopi Papua Tengah Bukan Sekadar Ajang Mencari Juara
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan