Iklan

iklan

Papua Tengah Darurat HIV/AIDS: Sinergi Dinkes-KPA Selamatkan 'Sisa dari yang Tersisa'

Tabloid Daerah
9.29.2026 | 6:20:00 PM WIB Last Updated 2026-09-29T10:29:01Z
iklan
Ketua KPA Provinsi Papua Tengah Freny Anouw, Sekertaris KPA Dani MB Wonda, bersama badan pengurus lainnya, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Obeth Tekege, bersama jajarannya, di Kantor KPA Provinsi Papua Tengah yang berlokasi di Jalan Mandala, Kelurahan Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Selasa (29/9/2026), sore pukul 13.00 waktu Papua. /TaDahnews-Deto

[Tabloid Daerah], Nabire -- Sebagai bentuk komitmen pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menekan peneyabaran penyakit menular, terutama HIV/AIDS, maka Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melakukan kunjungan kerjasama dan koordinasi bersama pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).


Dinas Kesehatan dan KPA Papua Tengah resmi menyatukan langkah demi menekan penyebaran HIV/AIDS yang kini menembus angka mengkhawatirkan yakni 24.777 penderita.

Angka 24.777 bukan sekadar statistik di atas kertas.

Bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah, ini adalah alarm keras.

Pantauan TaDahnews.com, di Kantor KPA, Jalan Mandala, Bumi Wonorejo, Nabire, Selasa (29/9/2026) siang pukul 12.00 waktu Papua, suasana cair namun penuh beban tanggung jawab menyelimuti pertemuan strategis antara Dinas Kesehatan dan pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, tampak lugas memaparkan peta jalan penanganan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Ia didampingi Sekretaris KPA Dani MB Wonda dan jajaran pengurus harian lainnya, sementara dari pihak pemerintah, Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Tengah Obeth Tekege hadir membawa gerbong jajarannya.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa urusan HIV/AIDS adalah prioritas utama provinsi baru ini.

Freny menekankan bahwa Dinkes merupakan mitra kunci dalam pertempuran ini.

Namun, penyelesaian masalah ini butuh tangan-tangan lain, seperti; sektor keamanan, tokoh agama, hingga pendidik harus satu suara.

Edukasi harus masuk ke ruang-ruang yang selama ini tertutup tabu agar masyarakat makin sadar pentingnya pencegahan.

"Kami KPA mengajak semua pihak. Dinas Kesehatan sudah siap berjalan bersama menekan angka kasus 24.777 orang," tegas Freny di hadapan peserta rapat, kalimatnya tajam, menyiratkan urgensi yang tak bisa ditawar lagi.

Bagi KPA, misi ini lebih dari sekadar formalitas program kerja tahunan.

Ini adalah soal keberlangsungan hidup manusia di Bumi Cendrawasih, Papua Tengah tapi juga Papua secara keseluruhan.

Freny menyebut upaya ini sebagai langkah penyelamatan bagi mereka yang masih bertahan di tengah kepungan wabah.

"KPA akan melakukan banyak hal untuk menyelamatkan manusia yang sisa dari yang tersisa ini," ungkapnya dengan nada emosional namun penuh optimisme.

Koordinasi ini diharapkan mampu mempertajam sigap kerja di lapangan melalui integrasi data dan kecepatan penanganan agar angka puluhan ribu tersebut tidak lagi merangkak naik.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Papua Tengah Darurat HIV/AIDS: Sinergi Dinkes-KPA Selamatkan 'Sisa dari yang Tersisa'
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan