Iklan

iklan

Ketum HIPMI Papua Tengah Yoti Gire Ingatkan Bahaya Karhutla Bagi Kesehatan dan Ekonomi

Tabloid Daerah
9.21.2026 | 8:52:00 PM WIB Last Updated 2026-09-22T11:07:19Z
iklan
Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, di sebuah tempat pada suatu momen, Senin (21/9/2026). /(#PapuansPhoto-DekiMote)


[Tabloid Daerah], Nabire -- Ketua Umum (Ketum) Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Tengah, Yoti Gire meminta agar tidak membakar hutan dan lahan disaat musim kemarau berkepanjangan di Provinsi Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire.

Hal itu disampaikan Ketum BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, kepada TaDahnews.com, melalui sambungan pesan telepon, pada Senin (21/9/2026), siang pukul 12.05 waktu Papua.

Yoti Gire menjelaskan ditengah musim kemarau yang panjang mengakibatkan hutan dan lahan mengalami kekeringan. Dan oleh karena itu, jika pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) maka akan menjadi liar dan menyebar.

"Stop bakar hutan dan lahan karena, apinya menyebar begitu cepat. Hutan dan lahan di tempat lain ikut terbakar. Dan oleh karena itu, wilayah tersebut dilanda lagi asap pekat. Ini tentu mengganggu kesehatan melalui pernapasan yang dihirup asap pekat itu," jelas Yoti Gire.

Yoti menekankan kepada siapa pun agar tidak membakar hutan. Yang mana, hutan menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara melalui proses fotosintesis dan melepaskan sekitar 28% oksigen (O₂) ke bumi.

"Kita harus menjaga hutan karena, hutan merupakan paru-paru dunia dan oksigen bagi kita semua. Ketika terjadi kebakaran, tentu kita akan mengalami dampak yang sangat tidak bagus bagi kehidupan dan kesehatan kita semua," tegas Yoti.

Lebih lanjut, jelas Yoti Gire, Kabupaten Nabire saat ini masih dilanda fenomena asap pekat sejak pagi hingga malam akibat pembakaran itu. Dan, hal ini berpengaruh pada udara yang kami hirup.

Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta perburukan penyakit kardiovaskular karena, kandungan partikel halus (PM2,5) dan gas beracun. Ini mengakibatkan, dampak Kesehatan akibat asap kebakaran hutan.

Gangguan Pernapasan seperti; memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga penurunan fungsi paru. Penyakit Paru Kronis; memperburuk kondisi penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Iritasi Mata dan Kulit; menyebabkan mata merah, gatal, berair, serta iritasi pada kulit. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah; meningkatkan risiko serangan jantung dan hipertensi akibat gas beracun yang masuk ke aliran darah.

Oleh karena itu, Yoti Gire mengajak aktivitas masyarakat di luar ruangan harus memakai masker. Apalagi, kelompok rentan.

"Di Nabire masih dilanda fenomena asap pekat, dan untuk itu, aktivitas masyarakat harus memakai masker untuk menjaga kesehatan. Apalagi, bagi anak-anak dan balita, Lansia, Ibu hamil, dan penderita penyerta [komorbid], itu wajib masker," pinta Ketum BPD Hipmi Papua Tengah.

Yoti mengatakan, akibat fenomena kekeringan yang panjang maka berdampak juga pada tanaman pertanian, peternakan, dan apalagi pembakaran, maka ekonomi warga turut berdampak.

Menurutnya, dampaknya tersebut dapat dirasakan juga oleh kita pada harga barang dan jasa yang turut melonjak naik sehingga, dapat mengakibatkan inflasi.

"Kekeringan ini juga banyak tanaman yang mati dan harga barang naik, melonjak tinggi," ujarnya.

Oleh karena itu, Ketua BPD Hipmi Papua Tengah berharap agar sinergitas semua pihak dapat dijaga, dan terus mendukung upaya pemerintah melakukan langkah-langkah koordinatif untuk bisa menjaga harga barang dan jasa supaya tidak terjadi inflasi.

"Kepada seluruh pihak, agar tetap bersinergi, koordinasi aktif bersama pemerintah untuk terus menekan inflasi akibat kekeringan serta pembakaran hutan dan lahan petani," tutup Yoti sembari mengajak sinergitas.(*)




Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketum HIPMI Papua Tengah Yoti Gire Ingatkan Bahaya Karhutla Bagi Kesehatan dan Ekonomi
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan