Iklan

iklan

Sinergi Lawan 'Triple Threat' Alam: Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Lintas Sektoral Hasilkan Poin Krusial Mitigasi

Tabloid Daerah
8.23.2026 | 10:59:00 PM WIB Last Updated 2026-08-24T02:43:17Z
iklan
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa yang juga sebagai Pimpinan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang khusus dibentuk untuk memadamkan api dan memitigasi dampak sosial, menggelar rakor lintas sektor, menghadirkan Jajaran OPD terkait, unsur Forkopimda Papua Tengah, bersama delapan Bupati se-Papua Tengah, pada Minggu (23/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua, di Ballroom Kantor Gubernur, Area Bandara Lama, Jalan Sisingamangaraja Nabire. /Ist.


[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), El-Nino, dan Embun Es Tahun 2026.


Pantauan TaDahnews.com, rakor tersebut dibuka resmi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, juga sebagai Pimpinan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, yang khusus dibentuk untuk memadamkan api dan memitigasi dampak sosial itu, menggelar rakor lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut, turut dihadiri Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, dan delapan Bupati se-Papua Tengah, Minggu (23/8/2026), sore pukul 17.00 waktu Papua, di Ballroom Kantor Gubernur, Area Bandara Lama, Jalan Sisingamangaraja Nabire.‎

Pertemuan tersebut dipandu Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda), dr. Silwanus Sumule sebagai host dalam virtual tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyampaikan seluruh elemen masyarakat, unsur Forkopimda Kabupaten, dan Pemerintah Kabupaten masing-masing untuk bersinergi menghadapi masalah-masalah dampak Karhutla, El-nino, serta Embun Es atau 'Triple Threat' alam.

‎"Masyarakat yang ada di masing-masing kabupaten, Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten, bahwa bagaimana kita bersatu untuk melakukan langkah-langkah strategi untuk penanganan, Karhutla, El-nino, juga Embun Es, di Papua Tengah ini," ujar Gubernur Meki.

"Dengan rapat pada kali ini, kita bisa mengambil beberapa langkah-langkah apa yang harus dibuat oleh Gubernur Papua Tengah dan Provinsi Papua Tengah, apa yang bisa dibuat oleh Bupati-Bupati dan Forkopimda di daerah masing-masing atasi masalah-masalah tersebut," tambah Gubernur.

‎Selain itu, Gubernur Meki Nawipa berpesan agar pertemuan ini dapat merumuskan masalah-masalah apa saja yang dihadapi setiap kabupaten, dan juga kendala-kendala apa saja yang dihadapi untuk menangani masalah-masalah yang diakibatkan Karhutla, El-nino, dan Embun Es di Papua Tengah.
‎"Kita kan ada masalah dampak dari Kebakaran Hutan, EL-nino, dan Embun Es, dan masalahnya air bersih, begitu juga pangan, dan juga beberapa hal yang lain," pungkas Gubernur Meki.

"Dengan demikian, pada pertempuan ini, bagaimana kita merumuskan bahwa siapa buat apa dan kita menjadi satu promotor. Bagaimana mendorong semua ini, supaya kita bisa melakukan bantuan-bantuan yang bisa kita lakukan, dan termasuk pencegahan-pencegahan yang bisa terjadi untuk mencegahnya secara bersama-sama," tandasnya, dengan nada sigap atasi fenomena alam ini.

Terpantau, Pj. Sekda Papua Tengah memandu, mendengarkan perkembangan dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nabire. Setelah itu, dilanjutkan dengan menerima dampak Karhutla, El-nino, dan Embun Es, yang dihadapi masing-masing daerah di delapan kabupaten, tapi juga menampung kendala-kendala yang dihadapi di lapangan untuk menangani masalah-masalah tersebut.

Pada momen tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah, Korem 173/Praja Vira Braja, dan Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua Tengah, turut memberikan masukan, dan atasi bencana Karhutlah.

Pada kesempatan itu, Juru Bicara Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Emanuel Youw dalam keterangan tertulisnya, menyampaikan poin-poin krusial guna memitigasi sosial, yang merupakan hasil kesimpulan rakor, telah dirangkum bersama Gubernur sebagai Pimpinan Satgas tersebut.

Pertama, Terus tingkatkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi di Papua Tengah.

Kedua, Para bupati delapan kabupaten membentuk Satgas hingga ke tingkat kampung dan melaporkan pada pertemuan berikutnya, Rabu (26/8/2026) mendatang.

Ketiga, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Mimika untuk memberikan dukungan berupa obat-obatan dan lain-lain yang dibutuhkan.

Keempat, Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah segera koordinasi dengan Pemkab Puncak untuk membackup dukungan pangan ke Pemda Puncak, guna membantu warga terdampak embun es di Kabupaten Puncak.

Kelima, Pemerintah Provinsi Papua Tengah siap turunkan Helikopter untuk melakukan pemadaman kebakaran setelah pembagian wilayah penanganan Karhutla.

Selain itu, Gubernur mengapresiasi Pemda Puncak yang telah melakukan langkah-langkah konkret untuk menangani karhutla, serta menangani warga terdampak embun es di Kabupaten Puncak.

Melalui penanganan yang dilakukan dari delapan kabupaten bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini, diharapkan agar seluruh elemen masyarakat dan pemda, juga Forkopimda agar dapat bersinergi dalam penangangan dampak Karhutla, EL-nino dan Embun Es di Puncak.

Hal tersebut diharapkan agar bantuan pemda langsung ke titik-titik sasaran, dan menyentuh masyarakat terdampak.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sinergi Lawan 'Triple Threat' Alam: Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Lintas Sektoral Hasilkan Poin Krusial Mitigasi
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan