[Tabloid Daerah], Deiyai -- Asisten I Setda Deiyai, Simon Mote, resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Auditor Ahli Pertama bagi 25 putra-putri asli daerah di halaman Kantor Inspektorat Kabupaten Deiyai, Senin (24/8/2026), guna memperkuat pengawasan internal pemerintah.
Pantauan TaDahnews.com, pagi itu, halaman Kantor Inspektorat di kompleks Perkantoran Distrik Tigi nampak berbeda, situasi tampak tenang.
Sebanyak 25 putra-putri terbaik Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Deiyai berkumpul dengan tekad baru, menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas tata kelola pemerintahan daerah.
Mereka memulai perjalanan panjang dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Auditor Ahli Pertama Tahun 2026.
Dalam amanatnya, Simon Mote menekankan bahwa peran auditor bukan sekadar memeriksa angka.
Ia ingin para peserta menanamkan mental pembelajar.
"Tidak ada yang susah kalau kita selalu membaca dan melihat bagaimana melakukan semua ini. Hidup ini anggap saja kuliah, kita belajar semuanya," pesan Simon di hadapan para peserta.
Langkah ini menjadi krusial di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Deiyai meningkatkan kualitas pengawasan.
Simon menegaskan bahwa auditor bukanlah momok bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Justru, keberadaan mereka adalah sebagai mitra untuk melakukan pembenahan.
Ia meminta calon auditor tidak ragu menjalankan tugasnya, karena setiap perangkat daerah harus siap diaudit demi transparansi publik yang lebih baik.
Urgensi pengawasan ini pun ia kaitkan dengan kondisi riil di lapangan, seperti fenomena musim kemarau yang melanda beberapa wilayah.
Simon mencontohkan, auditor harus jeli memastikan dana desa terserap tepat sasaran, misalnya untuk penyediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
"Pengawasan yang presisi akan menjamin kesejahteraan masyarakat terasa hingga ke akar rumput," tuturnya.
Metode pelatihan tahun ini menggunakan pendekatan modern, yakni, "blended learning". Dan, tahap pembelajaran MOOC berlangsung selama tujuh hari, pada periode 24 Agustus hingga 7 September 2026.
"Para peserta harus melewati tiga tahapan ketat, mulai dari belajar mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC) selama tujuh hari, dilanjutkan pembelajaran jarak jauh secara daring selama sembilan hari, dan ditutup dengan tatap muka intensif selama lima hari," jelasnya.
Kedisiplinan menjadi utama dan paling penting, peserta yang gagal menyelesaikan tahapan MOOC dipastikan gugur dari program.
Acara pembukaan diklat tersebut, diakhiri dengan penyematan tanda pengenal secara simbolis oleh Simon Mote kepada dua perwakilan peserta.
Langkah kecil ini menandai dimulainya babak baru bagi tata kelola Deiyai yang lebih akuntabel di tangan putra-putri daerahnya sendiri.(*)
Penulis: Rils
Editor: Kebagibui Deto
Editor: Kebagibui Deto

