Iklan

iklan

Gubernur Papua Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla di 8 Kabupaten

Yohanes Dogopia
8.22.2026 | 6:05:00 PM WIB Last Updated 2026-08-23T03:05:35Z
iklan
Emanuel Youw, Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, memberikan keterangan pers di Nabire, Sabtu (22/8/2026). /TaDahnews - Yohanes Dogopia


[Tabloid Daerah], Nabire -- Gubernur Papua Tengah resmi menetapkan status tanggap darurat dan membentuk satuan tugas khusus guna menangani kebakaran hutan dan lahan yang mengepung delapan kabupaten di wilayah tersebut, Sabtu (22/8/2026).

Langit Nabire tidak lagi biru, kabut asap menyelimuti ibu kota Papua Tengah seiring melonjaknya titik api yang mencapai angka 279 titik di Kabupaten Nabire.

Kondisi krisis ini memaksa Pemerintah Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Emanuel Youw, Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, mengungkapkan kegelisahan pemerintah untuk tidak mengabaikan ini saat memberikan keterangan pers di Nabire, Sabtu (22/8/2026).

Baginya, yang terbakar saat ini bukan sekadar semak belukar atau pepohonan biasa, ada ikatan batin yang kuat antara masyarakat Papua dengan tanahnya.

"Lahan serta hutan yang terbakar itu sama saja terbakar pohon kehidupan bagi kehidupan manusia. Karena, kita hidup itu bergantung kepada lahan dan bergantung kepada hutan," tegas Emanuel Youw kerap disapa Eman Youw dengan nada serius.

Kalimatnya menyiratkan betapa krusialnya ekosistem hutan bagi keberlangsungan hidup warga di Bumi Cenderawasih, Papua Tengah.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Agustus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah, bahwa delapan kabupaten kini berstatus siaga.

Nabire menjadi wilayah paling terdampak dengan 279 titik api, disusul Dogiyai dengan 72 titik, serta Paniai dan Puncak yang masing-masing mencatatkan puluhan titik api. Hanya Mimika yang sementara ini bisa bernapas lega dengan laporan nihil titik api.

Sebagai respons konkret, SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/144 Tahun 2026 resmi diterbitkan, sebuah Satuan Tugas (Satgas) Karhutla khusus dibentuk untuk memadamkan api dan memitigasi dampak sosial.

Orang nomor satu Papua Tengah sendiri yang akan turun tangan memimpin langsung Satgas ini sebagai ketua.

Gubernur tidak ingin membuang waktu, besok, Minggu (23/8/2026), sebuah koordinasi besar melalui pertemuan virtual dengan delapan bupati akan digelar. Agendanya tunggal, memastikan bantuan medis dan logistik mendarat di titik-titik krusial.

"Meeting itu dilaksanakan dalam rangka koordinasi sekaligus memastikan langkah-langkah awal yang masing-masing kabupaten lakukan dalam penanganan tanggap darurat," tambah Emanuel.

Pemerintah kini tengah berpacu dengan waktu untuk mendistribusikan obat-obatan dan mengerahkan tenaga medis, khususnya ke Nabire yang menjadi prioritas utama penyelamatan.(#YD)




Editor: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur Papua Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla di 8 Kabupaten
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan