[Tabloid Daerah], Nabire -- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Nabire, Sabtu (15/8/2026), guna menekan inflasi daerah sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan menyediakan bahan pokok harga terjangkau bagi masyarakat.
Pagi yang riuh menyelimuti halaman Kantor Gubernur Papua Tengah di Jalan Sisingamangaraja, Nabire.
Sejak pukul 09.00 waktu Papua, warga sudah memadati area Bandara Lama untuk mendapatkan komoditas pangan berkualitas dengan harga miring.
Langkah ini diambil Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan sebagai respons nyata atas fluktuasi harga pasar.
Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Riris Samosir, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni.
Menurutnya, ada target strategis yang ingin dicapai, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global dan lokal.
Langkah taktis ini menjadi satu dari sembilan poin penting pengendalian inflasi yang diinstruksikan pusat.
Momentumnya pun dirasa tepat, yakni menjelang peringatan hari kemerdekaan, di mana permintaan pasar biasanya melonjak tajam.
“Pertama, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong dan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kedua, ini merupakan bagian dari aksi nyata pengendalian inflasi di daerah, dari sembilan langkah pengendalian inflasi yang terus kita dorong,” jelas Riris.
Tidak hanya soal angka inflasi, pemerintah juga mengantisipasi dampak fenomena iklim El Nino.
Kemarau panjang dikhawatirkan mengganggu rantai pasok pangan dan memicu lonjakan harga yang memberatkan kantong warga.
Menariknya, Gerakan Pangan Murah ini juga berfungsi sebagai jembatan bagi produsen lokal.
Para petani dan distributor tidak perlu pusing memikirkan rantai distribusi yang panjang karena pemerintah memfasilitasi pemasaran langsung kepada konsumen.
Hasilnya, warga mendapatkan harga murah, sementara petani mendapatkan keuntungan yang lebih adil.
“Dengan adanya GPM ini, kami dapat memberikan akses harga pangan yang murah kepada masyarakat. Di sisi lain, kami juga membantu para distributor dan petani lokal untuk memfasilitasi serta memadukan pemasaran hasil pertanian mereka secara langsung,” ujarnya.
Antusiasme warga Kelurahan Morgo dan sekitarnya membuktikan bahwa ketersediaan pangan murah adalah kebutuhan mendesak.
Dengan pengawasan ketat dan distribusi yang merata, GPM diharapkan menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat Papua Tengah dalam menghadapi ketidakpastian cuaca maupun dinamika pasar.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

