Iklan

iklan

Menolak Lupa, Akan Digelar Diskusi dan Peluncuran Buku 'Tragedi Dogiyai Berdarah: 31 Maret 2026'

Tabloid Daerah
5.04.2026 | 3:38:00 PM WIB Last Updated 2026-05-04T09:48:53Z
iklan
SRP di Dogiyai akan menggelar Diskusi dan Peluncuran Buku, "Tragedi Dogiyai Berdarah: 31 Maret 2026", di Aula Gereja Katolik Kristus Raja (KR) yang berlokasi di Jl. R.E. Marthadinata, Kompleks Tapioka, Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Hari Selasa besok, tanggal 5 Mei 2026, pagi pukul 09:00 waktu Papua. (Istimewa)

[Tabloid Daerah], Nabire -- Solidaritas Rakyat Papua (SRP) di Dogiyai meluncurkan buku 'Tragedi Dogiyai Berdarah: 31 Maret 2026' di Nabire, Selasa (5/5/2026), guna mendokumentasikan pelanggaran HAM dan menuntut transparansi hukum atas tewasnya Bripda Juventus Edowai yang masih misterius dan 8 warga sipil korban operasi balas dendam dari Kepolisian Dogiyai.

Ingatan kolektif masyarakat Papua, lebih khususnya Masyarakat Dogiyai kembali diuji.

Melalui sebuah undangan terbuka yang beredar, pada Senin (4/5/2026) pagi, SRP mengonfirmasi Diskusi dan Peluncuran buku bertajuk, 'Tragedi Dogiyai Berdarah: 31 Maret 2026', akan digelar.

Langkah ini diambil sebagai upaya literasi sejarah sekaligus tamparan keras terhadap pengungkapan kasus yang dianggap jalan di tempat.

Peristiwa kelam itu bermula dari teka-teki kematian Bripda Juventus Edowai (JE), anggota Polres Dogiyai.

Kematian Bripda JE yang belum terpecahkan itu disusul tembakan kepada warga sipil di Dogiyai sebagai operasi balas dendam oleh aparat kepolisian.

Hasilnya fatal bahwa 8 warga sipil menjadi korban dalam rentetan kejadian sepanjang 31 Maret hingga 2 April 2026 tersebut.

Koordinator Umum SRP Dogiyai, Benny Goo, menegaskan bahwa buku yang siap diluncurkan tersebut bukan sekadar tumpukan kertas.

Pasalnya, ini adalah monumen ingatan, serta menegaskan segera mengungkapkan pelaku.

Hingga kini, siapa yang membunuh JE dan ditemukan di tempat umum depan Gereja GKI Ebenheiser Moanemani, tepat di parit. Dan, siapa yang menarik pelatuk hingga menewaskan juga luka-luka warga sipil, ini masih menjadi misteri yang tersimpan rapat.

"Kematian Bripda Juventus Edowai masih menjadi misterius, namun operasi balas dendam mengakibatkan 8 orang warga sipil korban. Ini pun masih belum diungkap, padahal warga sipil yang ditembak pelakunya jelas," ungkap Benny Goo melalui undangan terbuka tersebut.

Investigasi telah dilakukan. Lembaga HAM telah turun ke lapangan. Namun, keadilan seolah terhenti entah dimana.

SRP berharap kehadiran buku ini mampu mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan yang lebih objektif, transparan, dan independen.

Peluncuran buku ini dijadwalkan berlangsung di Aula Gereja Katolik Kristus Raja (KR), yang berlokasi di Jl. R.E. Marthadinata, Kompleks Tapioka, Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Hari Selasa, pagi pukul 09.00 waktu Papua, tanggal 5 Mei 2026.

SRP Dogiyai mengajak publik datang untuk berdiskusi tapi juga, untuk mendengarkan langsung fakta-fakta yang berhasil didokumentasikan.

"SRP Dogiyai meluncurkan buku ini sebagai catatan kritis untuk membantu mengingatkan agar segera umumkan tindaklanjut dari investigasi yang telah dilakukan," pungkas Benny.

Bagi masyarakat Dogiyai, buku ini adalah satu-satunya cara agar sejarah harus ditulis dari catatan dan dokumentasi korban.

Diskusi dan peluncuran buku tersebut direncanakan akan dihadiri Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam hal ini, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai. Pihak Kepolisian Dogiyai dalam hal ini, Plt. Kapolres Dogiyai, AKBP Denis A. Putra. Dan, Kepala Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey.

Juga akan dihadiri, Anggota DPRK Dogiyai Komisi A, Yohanes Degei. Anggota DPD RI Eka Kristina Yeimo. Anggota MRP Papua Tengah, Pokja Adat, Yulius Wandagau. Serta, Akademisi, Pemuda Katolik, Jurnalis, Pegiat Literasi, Aktivis HAM Papua, dan tentunya SRP Dogiyai.(*)



Penulis: Kebagibui Deto
Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menolak Lupa, Akan Digelar Diskusi dan Peluncuran Buku 'Tragedi Dogiyai Berdarah: 31 Maret 2026'
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan