Iklan

iklan

Bantah Klaim Sepihak Polisi, Pihak Sekolah: Korban Nopison Tebay Adalah Siswa Aktif Kelas XI IPS 2, SMAN 2 Dogiyai

Tabloid Daerah
5.10.2026 | 4:30:00 PM WIB Last Updated 2026-05-10T08:43:26Z
iklan
Kabupaten Dogiyai kembali berdarah, terjadi lagi penembakan terhadap Pelajar SMA Negeri 2 Dogiyai, Nopison Tebay (17 tahun), pada Minggu, (10/5/2026), pagi sekitar pukul 08:45 waktu Papua. (Ist.) 


[Tabloid Daerah], Dogiyai -- Peristiwa penembakan mati tempat Nopison Tebay (17 tahun) yang dikabarkan pihak kepolisian sebelumnya menduga Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) itu, merupakan seorang pelajar SMA Negeri 2 Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
‎Hal itu disampaikan pihak sekolah sembari membantah pernyataan Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai.
‎Operator Sekolah SMAN 2 Dogiyai, Benediktus Goo, menyatakan korban atas nama Nopison Tebay adalah siswa aktif Kelas XI IPS 2 dan bukan bagian dari kelompok bersenjata seperti dalam pernyataan Polres Dogiyai.
‎“Korban bukan anggota kelompok tertentu, melainkan anak murid kami sendiri. Ia anak asli Dogimani dan masih aktif sebagai siswa SMA,” ujar Benny Goo kepada media ini melalui sambungan pesan WhatsApp, Minggu (10/5/2026), sore pukul 16.00 waktu Papua.
‎Lebih lanjut Benediktus Goo mengatakan nama siswa tersebut juga terdaftar resmi dalam dapodik sekolah.
‎Goo menjelaskan, saat kejadian korban berada di lapangan bersama sejumlah anak muda lainnya untuk mengikuti kegiatan pertandingan olahraga masyarakat yang digelar guna mencari dana.
‎Ia menjelaskan, pada saat penembakan terjadi, korban dan teman-temannya tidak sedang bermain, melainkan hanya duduk beristirahat di bawah tenda di sekitar lokasi pertandingan.
‎“Mereka hanya duduk santai di bawah tenda. Trus, aparat kepolisian datang dan langsung melakukan penembakan ke arah anak-anak yang berada di dalam tenda tersebut,” jelas Goo.
‎Situasi di lokasi kejadian langsung berubah panik. Anak-anak muda yang berada di area pertandingan berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
‎Dalam kondisi tersebut, Nopison Tebai tertembak jatuh di semak-semak. 
‎Goo menambahkan kegiatan yang berlangsung saat itu merupakan pertandingan olahraga masyarakat, kemungkinan sepak bola atau bola voli.
‎Namun korban disebut tidak sedang terlibat dalam pertandingan saat insiden berlangsung.
‎“Korban bersama teman-temannya sedang beristirahat. Selain korban, ada juga beberapa murid lainnya yang berada di lokasi kejadian,” tambahnya.
‎Kasus penembakan ini menjadi perhatian masyarakat di Dogiyai setelah identitas korban diketahui masih berstatus pelajar aktif. (*)




Tim Tabloid Daerah

Baca Juga
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bantah Klaim Sepihak Polisi, Pihak Sekolah: Korban Nopison Tebay Adalah Siswa Aktif Kelas XI IPS 2, SMAN 2 Dogiyai
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan
iklan

Trending Now

iklan
iklan
iklan

Iklan

iklan