![]() |
| Ketua Departemen Pemuda GKIP Koordinator Cenderawasih sekaligus Ketua Panitia, Agustinus Kudiai, sedang memberikan sambutannya, |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Koordinator Teluk Cenderawasih resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Retreat Akbar Pemuda GKIP se-Wilayah Meepago pada April 2026 guna memperkuat iman dan menggali potensi generasi muda Gereja KINGMI di Tanah Papua.
Mentari di ufuk timur akan menjadi saksi berkumpulnya ribuan pemuda Gereja Kemah Injil (GKIP) dari lima koordinator wilayah Meepago.
Teluk Cenderawasih dipastikan menjadi pusat gravitasi spiritual dalam ajang Retreat Akbar yang dijadwalkan berlangsung Selasa, (14/4/2026).
Ketua Departemen Pemuda GKIP Koordinator Cenderawasih sekaligus Ketua Panitia, Agustinus Kudiai, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan.
Agenda besar ini merupakan ejawantah dari program kerja BPH Sinode (KINGMI) di Tanah Papua untuk mencari dan membina potensi terpendam kaum muda di dalam gereja.
Melalui sambungan telepon, Agustinus mengungkapkan bahwa persiapan terus dimatangkan demi menyambut arus pemuda dari berbagai penjuru wilayah Mee.
Langkah besar ini didasarkan pada Rekomendasi Ketua Sinode GKIP yang menjadi payung hukum pelaksanaan kegiatan.
Agustinus menaruh harapan besar pada partisipasi aktif seluruh elemen pemuda dari 27 klasis dan rayon kota.
Ia telah menyebarkan petunjuk teknis sebagai kompas bagi para biro dan departemen untuk mempersiapkan diri menyambut hajatan akbar ini.
Ruang retreat nanti bakal menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda.
Para peserta tak hanya diajak menyelami kedalaman doa, namun juga diasah lewat ceramah wawasan serta panggung kreativitas seperti paduan suara dan vocal group.
Bagi panitia, ini adalah cara gereja membangun benteng iman yang kokoh di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
"Kami minta agar semuanya dapat mendukung kegiatan ini," ujar Agustinus dengan nada penuh harap.
Ia menekankan bahwa esensi dari pertemuan ini melampaui sekadar kumpul-kumpul biasa.
Ada misi besar untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan spiritual di hati setiap peserta.
Menurutnya, penguatan karakter menjadi poin krusial yang ingin dicapai.
"Tujuan pelaksanaan retreat ini adalah menguatkan rasa persaudaraan terhadap sesama warga pemuda dan pembangunan nilai-nilai kerajaan Allah, serta membina agar pemuda perkaya doa dan iman yang datang masuk dalam gereja dan dalam lingkungan sekitar kita," pungkas Agustinus menutup pembicaraan.(*)
Editor: Kebagibui Deto

