[Tabloid Daerah], Nabire -- Badan Pengurus Daerah (BPD) terpilih Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Tengah resmi dilantik oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Sabtu (7/2/2026), siang pukul 14.30 Waktu Papua, di Gedung Guest House yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Pelantikan tersebut berlangsung khidmat, disaksikan Gubernur Provinsi Papua Tengah yang diwakili Wakil Gubernur (Wagub) Deinas Geley, BPP HIPMI, Kader HIPMI, Dewan Pembina BPD HIPMI Papua Tengah, Badan Pengurus Cabang (BPC) kabupaten se-Provinsi Papua Tengah, dan Pelaku Usaha di Provinsi Papua Tengah.
Turut hadir pula, perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) mitra pemerintah daerah, dan para hadirin tamu undangan lainnya.
Pantauan wartawan, pelantikan dilakukan oleh Sekertaris Umum BPP HIPMI, didampingi Ketua Umum BPP HIPMI dan OKK BPP HIPMI, serta disaksikan oleh Wagub Deinas Geley, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara.
Dalam pidato perdananya, Yoti Gire tidak berbasa-basi, dirinya langsung menyoroti isu paling krusial yang membentang di provinsi tersebut: paradoks antara kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah dan minimnya keterlibatan pengusaha asli daerah dalam pengelolaan rantai ekonomi.
Papua Tengah, yang kaya potensi kelautan, pertambangan, hingga pariwisata, masih menunjukkan wajah pembangunan yang timpang. Dominasi pihak luar kian terasa.
Generasi muda lokal, kata Yoti, belum mendapat ruang yang memadai. Mereka kerap terpinggirkan, hanya menjadi penonton di atas kekayaan tanah sendiri.
Tantangan utama, menurutnya, bukan pada SDA, melainkan pada keberpihakan kebijakan.
“HIPMI harus menjadi rumah besar bagi pengusaha muda Papua Tengah, bukan sekadar organisasi seremonial yang aktivitasnya berhenti pada agenda pelantikan,” tegas Yoti Gire.
Ia bertekad bulat, di bawah kepemimpinannya, HIPMI akan menjadikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai pintu masuk paling realistis bagi generasi Papua.
Yoti menekankan bahwa penguatan kapasitas ekonomi lokal adalah solusi berlapis.
“Ketika pengusaha muda Papua Tengah diberi ruang dan didorong secara konsisten, maka dampaknya akan berlapis, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan asli daerah, hingga terbentuknya ekosistem bisnis lokal yang sehat,” pintanya.
Lebih dari sekadar agenda ekonomi, Yoti menyebut ini adalah strategi penyelamatan generasi. Mendorong pemuda terjun ke medan usaha adalah cara paling efektif untuk mengurangi angka kemiskinan tapi juga, pengangguran. Bahkan, memberantas dampak penyakit sosial.
Menutup sambutannya, Yoti Gire menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Meki Frits Nawipa atas dukungan dan komitmennya kepada anak-anak muda Papua di Papua Tengah.
Ia juga menegaskan bahwa BPD HIPMI Papua Tengah siap menjadi mitra strategis pemerintah, termasuk dalam mendorong program prioritas Presiden Prabowo Subianto, demi memastikan generasi muda menjadi pelaku utama dan tuan rumah di negeri sendiri.(*)
Penulis: Kebagibui Deto

