![]() |
| Ketua Porter Komunitas Yonii Paniai, Yance Yeimo didampingi anggotanya, Selasa (4/8/2026), di Lapangan Karel Gobai, Enarotali, Paniai Timur, Paniai. (Ist.) |
[Tabloid Daerah], Nabire -- Ketua Komunitas Porter Yonii Paniai, Yance Yeimo, mengapresiasi bantuan peralatan kerja dan atribut dari Pemerintah Kabupaten Paniai di bawah kepemimpinan Bupati Yampit Nawipa guna meningkatkan profesionalitas pelayanan masyarakat.
Bagi para pengangkut barang di Paniai, perhatian pemerintah bukan sekadar soal pemberian materi, melainkan bentuk pengakuan terhadap profesi yang selama ini bergerak di urat nadi transportasi lokal.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Paniai, khususnya Bapak Bupati Yampit Nawipa, yang telah memberikan perhatian kepada kami melalui bantuan alat kerja dan atribut pakaian komunitas porter," kata Yance Yeimo dalam keterannya, melalui sambungan pesan telepon, Selasa (4/8/2026).
"Bagi kami, perhatian ini sangat berarti karena menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masyarakat kecil yang bekerja setiap hari melayani kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Yance Yeimo mengungkapkan betapa bantuan alat kerja dan seragam komunitas tersebut membangkitkan martabat para anggotanya.
Kehadiran pemerintah di tengah mereka dirasakan sebagai angin segar. Selama ini, para porter bekerja dalam sunyi tanpa atribut yang jelas.
Kini, dengan perlengkapan baru, ada rasa bangga yang muncul saat melayani masyarakat.
“Kami merasa dihargai sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan transportasi di Kabupaten Paniai. Bantuan ini menjadi penyemangat agar kami dapat bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Yance menyebut dukungan ini adalah bukti nyata bahwa Bupati Yampit Nawipa menaruh perhatian pada 'masyarakat kecil' yang setiap hari berjibaku membantu kelancaran ekonomi di wilayah tersebut.
Namun, di balik kegembiraan mengenakan seragam baru, ada ganjalan yang masih tersisa.
Komunitas ini belum memiliki 'rumah' tetap, Selama bertahun-tahun, koordinasi administratif dan rapat-rapat internal dilakukan secara nomaden atau berpindah-pindah tempat.
Hal ini dinilai tidak efektif bagi sebuah organisasi yang memberikan pelayanan publik setiap hari.
Ketiadaan sekretariat resmi juga memicu persoalan identitas di lapangan.
“Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Paniai, kiranya ke depan dapat memfasilitasi sebuah pondok atau sekretariat resmi bagi Komunitas Porter Yonii Paniai. Sekretariat itu nantinya menjadi tempat administrasi, tempat koordinasi, sekaligus pusat pelayanan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Yance membeberkan fakta bahwa masyarakat sering kali sulit membedakan mana porter penumpang dan mana sopir.
Kerancuan ini kerap memicu kesalahpahaman yang sebenarnya bisa dihindari jika terdapat pusat informasi atau kantor resmi sebagai rujukan.
“Kadang-kadang masyarakat masih bingung membedakan porter penumpang dengan sopir. Karena belum ada pusat informasi atau sekretariat resmi, sering muncul kesalahpahaman. Dengan adanya sekretariat, masyarakat akan lebih mudah mengetahui siapa yang bertugas sebagai porter dan bagaimana sistem pelayanan yang kami jalankan,” pinta Ketua Porter Komunitas Yoni Paniai ini.
Keinginan untuk memiliki sekretariat permanen bukan semata-mata soal bangunan fisik.
Bagi Komunitas Porter Yonii, kantor tersebut akan menjadi pusat kendali untuk memastikan pelayanan tetap aman, tertib, dan teratur.
“Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Paniai, kiranya ke depan dapat memfasilitasi sebuah pondok atau sekretariat resmi bagi Komunitas Porter Yonii Paniai. Sekretariat itu nantinya menjadi tempat administrasi, tempat koordinasi, sekaligus pusat pelayanan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
“Selama ini kami belum memiliki sekretariat yang jelas. Setiap ada keperluan administrasi atau rapat, kami berpindah-pindah tempat. Kondisi seperti ini tentu kurang efektif bagi sebuah organisasi yang melayani masyarakat setiap hari,” tambah Yeimo.
Yeimo menyatakan, pihaknya berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas keamanan di Paniai melalui standardisasi pelayanan yang lebih profesional.
“Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan pelayanan yang aman, tertib, teratur, dan kondusif. Kami percaya bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat merupakan kunci untuk membangun Kabupaten Paniai yang lebih baik,” lanjut Yeimo.
Menutup pembicaraan, Yance berharap langkah awal yang baik dari Pemkab Paniai ini tidak berhenti pada pemberian seragam.
Penguatan kelembagaan melalui fasilitas kantor menjadi harapan besar agar hubungan harmonis antara pemerintah dan komunitas pekerja sektor informal ini terus terjaga secara berkelanjutan.
“Harapan kami, perhatian pemerintah dapat terus berlanjut sehingga komunitas porter memiliki organisasi yang semakin kuat, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat terus terjalin secara harmonis,” harapnya.(*)
Penulis: DeKo
Kebagibui: Kebagibui Deto

